Kursus Pembinaan Profesi Insinyur (KPPI) di Persatuan Insinyur Indonesia (PII)


Seorang ibu bertanya kepada anaknya, “Kamu cita-citanya mau jadi apa, nak?”. Sang anak menjawab, “Saya mau jadi insinyur, Bu”.
Percakapan di atas merupakan percakapan yang seringkali kita dengar (Mungkin anak2 thn 90’an masih dengar, entah saat ini masih ada atau tidak). Saya termasuk yang pernah menjadi seperti itu. Saat ditanyakan tentang cita-cita, Saya selalu menjawab ingin menjadi Insinyur.
Insinyur merupakan gelar yang diberikan kepada seseorang yang memiliki pengetahuan keteknikan dan mengaplikasikannya di pekerjaan sehari-hari (menurut Wiki kurang lebih seperti ini). Seorang insinyur memiliki gelar Ir. di depan namanya, contohnya Bapak Proklamator kita Ir. Soekarno.
Untuk memperoleh gelar Ir. seseorang harus menempuh pendidikan hingga kuliah S1 di jurusan keteknikan. Namun, saat ini, gelar untuk pendidikan S1 berubah menjadi ST.
Kebanyakan orang beranggapan ST adalah Ir. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Gelar ST diberikan kepada orang yang berhasil menyelesaikan studi S1 di bidang teknik. Sedangkan, gelar Ir. diberikan kepada orang yang bekerja di bidang teknik. Artinya, gelar ST adalah gelar akademis, dan gelar Ir. adalah gelar profesi. Hal ini karena beberapa ST ada yang bekerja di bidang non-teknik, misalnya di bank, akuntan, HRD, dsb. Dengan demikian, ST belum tentu Ir.

Kemudian, bagaimana seorang ST menjadi Ir.? Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti Program Profesi yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII).  Silahkan cek di http://www.pii.or.id. Program Profesi ini diselenggarakan setiap bulan. Dengan mengikuti Program Profesi ini, dapat diperoleh materi-materi yang tidak hanya tentang teknik, tetapi juga tentang non-teknik, seperti manajemen, Hukum, Politik, dsb. Diharapkan para insinyur Indonesia dapat bekerja secara profesional di bidangnya dengan mengetahui aspek-aspek secara umum yang terkait ada pekerjaannya.

Saya telah mengikuti Program Profesi insinyur. Materi-materi yang disampaikan sangat membuka pikiran kita sebagai Sarjana Teknik yang baru akan memasuki dunia kerja. Berikut berita dari website PII tentang Program Profesi pada bulan Oktober 2013.

KPPI-1Pengurus Pusat PII, melalui Biro Keanggotaan PII secara rutin setiap bulannya menyelenggarakan Kursus Pembinaan Profesi Insinyur (KPPI), khususnya diperuntukkan bagi anggota baru PII sebagai pembekalan bagi mereka yang telah dan akan menggeluti profesi keinsinyuran. Sebagai anggota baru di PII penting bagi mereka untuk memahami tentang kode etik profesi dan pengenalan keorganisasian PII.

Pada tanggal 8 – 10 Oktober 2013, bertempat di Menara Kadin, Jakarta, yang dihadiri sekitar 35 peserta dari berbagai perusahaan, telah diselenggarakan Kursus Pembinaan Profesi Insinyur untuk kesekian kalinya. Acara kursus tersebut diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Eksekutif PII, Ir. Rudianto Handojo, kemudian dilanjutkan oleh beliau dengan topik Keorganisasian PII.

KPPI-3

Pembicara  kedua di hari ke-1 disampaikan oleh Ir. tris budiono M, MSc, IPM dengan materi ; Etika Profesi.  Selepas istirahat siang materi Manajemen Proyek dan manajemen  Konstruksi disampaikan oleh Ir. Andi Taufan Marimba MM, MBA dan dilanjutkan  dengan materi Engineering Procurement Construction (EPC) disampaikan oleh Ir. Steven Budi susetija, IPM

Pada hari ke-2 pembicara pertama diawali oleh  Ir. Suhardi Bahar, IPM dengan materi Value Engineering, kemudian dilanjurkan oleh Ir. Ramzis A. Emir dengan topik Keselamatan, Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Lingkungan (K3L), materi Aspek Hukum dan Administrasi Proyek oleh Ir. Asiyanto, MBA, IQSI, IPU.

Pada sessi sore hari ke-2,  Ir. Asiyanto juga menyampaikan  materi tentang Cost Planning/Cost Project yang dilanjutkan oleh Ir. Palgunadi T Setyawan dengan topik Leadership & Human Communication.

KPPI-4

Pada hari ke-3 seperti biasanya materi yang disampaikan secara khusus tentang Sertifikasi Insinyur Profesional dan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB). Pembicara yang tampil pada sessi ini adalah Ir. Tjipto Kusumo, IPM dengan topik Pengenalan Sistem Sertifikasi Insinyur Profesional, dan dilanjutkan dengan topik Penjelasan CDP (Continuing Professional Development). Sebelumnya sessi ini diawali terlebih dahulu  oleh pembicara dari Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) dengan topik Pendidikan Anti Korupsi.

Pada Sessi sore disampaikan bimbingan pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) oleh Ir. Wahyu Hendrastomo, MT, IPM, dan latihan pengisian formulir halaman per halaman serta tanya jawab mengenai sistem sertifikasi insinyur profesional (SSIP).

Peserta yang berpartisipasi mengikuti kursus ini antara lain berasal dari ; PT. PLN Enjiniring (Ari Wibowo, Wijang Setiyo Purwoko, Hendra Ardian, Ratih Fitrianti, Muhammad Syofuan karnadi, Nuli Friska Danasri, Taufiq Ihsan, Benedictus Bima Seno Saputro dan Muhammad Asy’ari), PT. Technip Indonesia (Rajif, Endi Miharja Ginting), PT. Encona Inti Industri (Winarno), Fakultas Teknik UI (Yanwarizal, Richard J.D. Umboh), PT. Elmecon (Muzakir Ludin), PT Single Buoy Moorings Indonesia (Laode Jamsir Sabara, Sari Fabianti, Cecep Krismantara), PT. Air Liquide Indonesia (Andi Kurniawan), PT. Deserco Development Services (Djarot Rudijanto, Mohammad Ade Priyono, Rudy Muchtar, Harianto), PT. Krakatau Engineering (Hadi Probowo), Sekretariat Istana Presiden Bogor (Herman Supriadi) Universitas Katolik De La Salle (Karunia Agung Mahardini), National Instruments (Andi Kurniawan, Nanang Andri Kristanto), dan PT. Len Railwal System (Erlangga Riskidestia, Yunus Darmana, Viek Prayoga Pratama, Satriyo Widyasmoro, Aldis Suharsanto dan Ikhwanul Kholis).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s